Terkadang lucu sekaligus mengesalkan, jika seorang pasien datang berobat tapi tidak jujur akan keluhan-keluhan dan kronologis perjalanan penyakitnya. Seperti halnya yang akan saya kisahkan disini.
Awalnya dia datang dengan keluhan benjolan di telapak kaki. Menurut pengakuan si pasien, benjolan tersebut sudah pernah dibelah dan di keluarkan isinya oleh salah seorang petugas kesehatan, akan tetapi dia terkesan menutupi siapa petugas kesehatan yang melakukan hal tersebut.
Setelah kita lakukan anamnese lebih lanjut, kita pun agak sedikit bingung akan keterangan pasien yang berbelit-belit. Akhirnya perawat saya mencoba menanyakan alamat si pasien. Dari alamat tersebut kita langsung menebak nama si petugas kesehatan yang telah melakukan tindakan bedah minor tersebut untuk menanyakan kronologis perjalanan penyakit si pasien.
Karena merasa dicurigai, akhirnya si pasien mengakui bahwa sebenarnya bukan petugas kesehatan yang telah melakukan tindakan tersebut, melainkan dia sendiri yang melakukan tindakan bedah terhadap telapak kakinya tersebut.
Dari awal saya sudah curiga, sebab tidak mungkin seorang petugas kesehatan melakukan tindakan bedah minor dengan hasil akhir yang sangat berantakan. Bahkan tidak jarang ada pasien yang memberi keterangan yang terkesan mengadu-domba kita dengan petugas kesehatan lain yang ada di PusTu. Sering memang kita menemukan luka post bedah minor yang bernanah akibat infeksi sekunder ataupun higiene yang tidak baik dari si pasien tersebut dalam merawat lukanya, tapi tidak dengan luka yang hasil akhir yang berantakan seperti ini.
Seringkali hal seperti ini menyebabkan saya lebih memilih untuk mengambil keputusan Rujuk daripada menangani luka tersebut di Puskesmas. Selain memberikan efek jera, saya juga tidak ingin menjadi orang yang dipersalahkan jika ternyata dikemudian hari terjadi komplikasi yang tidak bisa kita presiksikan.
Tapi si pasien sepertinya ngotot, bahkan bertanya kepada saya.
"Apakah di daerah telapak kaki ini banyak pembuluh darah?"
Maka saya jawab "Ada banyak"
Trus dia bertanya "Apa obat yang bisa menghentikan perdarahan?"
Saya jawab "Ada banyak"
"Apa itu obatnya?"
Lalu saya tidak menjawab pertanyaan si pasien. Karena saya curiga bahwa sepertinya ada indikasi kalau dia akan melakukan pembedahan minor sendiri. Maka untuk kasus yang satu ini, saya tidak mau mengambil resiko dan akhirnya saya menolak melakukan tindakan bedah minor dan menyarankan rujuk ke RS.
No comments:
Post a Comment