Thursday, May 17, 2012

Fenomena SKTM

SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

Apakah ini sebuah fenomena atau cuma sekedar kebiasaan turun-temurun yang mengandung unsur politik??? Entahlah....!!! Yang pasti di Kecamatan Lontar, SKTM seolah-olah sedang mem-booming seperti pada saat pertamakali kemunculan BoyBand-SM*SH. Banyak yang mencibir, akan tetapi justru mereka jualah yang menikmatinya.
HaHa【ツ】HaHa【ツ】HaHa【ツ】HaHa. *LemparPakePupukKandang......

Hampir semua orang di Kecamatan Lontar yang berobat ke Puskesmas, selalu menggunakan fasilitas SKTM. Banyak diantara mereka termasuk dalam golongan Ekonomi Menengah ke atas, tapi tetap mendapatkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu /Miskin). Fenomena ini cukup menggelitik bagi saya, meskipun tidak saya pungkiri juga bahwa banyak di antaranya yang benar-benar dari golongan tidak mampu/miskin dan pantas untuk mendapatkan SKTM tersebut.

Seperti saya alami baru-baru ini di Puskesmas Rawatan Lontar. Seorang pasien dgn inisial Tn.K dari desa G.P dirawat di Puskesmas Perawatan Lontar dengan status SKTM/Miskin. Keesokan harinya salah seorang keluarga pasien menemui saya dan memohon agar diberikan obat-obat yang paten/bagus. Lalu saya menolak permintaan tersebut dan mengatakan permintaan untuk menggunakan obat paten (obat-obatan diluar dari yang disediakan Puskesmas) hanyalah untuk pasien umum yang mampu (bayar) kalau untuk pasien miskin/SKTM hanya diberikan obat-obatan yang tersedia di Puskesmas.

Keesokan harinya lagi keluarga pasien yang lainnya menemui saya dan mengatakan agar pengobatan si pasien di gunakan obat-obatan paten saja, dan status miskin/SKTM tersebut diabaikan saja. Karena malas menghadapi tingkah pasien yang seperti ini, saya sarankan dia untuk berkonsultasi dengan perawat saya.
ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ
Untung saja perawat saya tersebut sepikiran dengan saya. Pada saat dia mengutarakan keinginannya kepada perawat saya, maka si perawat menjawab.
"Maaf pak tidak bisa. Ini artinya anda bermain-main dengan SKTM/Surat Miskin ini. Jika anda mampu, kenapa sejak awal anda menggunakan surat keterangan miskin ini? Ini artinya anda mempermainkan kami (Puskesmas Lontar). Di sini ada tandatangan kepala desa dan diketahui oleh Camat. Anda bisa saya laporkan telah menyalahgunakan Surat Keterangan Miskin/SKTM ini"

Aneh......bin ajaib memang. Kok bisa yah....SKTM ini sangat mudah diperoleh. Ditandatangani oleh Kepala Desa dan diketahui oleh Camat pula. Apakah untuk memperoleh Surat Miskin/SKTM, tidak ada perifikasi yang jelas dan konkrit tentang kriteria keluarga yang miskin/tidak mampu?
Saya mengatakan hal ini, sebab bukan cuma kali ini saja hal ini terjadi, tapi sudah sering sekali. Bahkan salah satu keluarga di Desa L.U yang sudah jelas-jelas dari keluarga sangat mampu pun menggunakan surat miskin/SKTM tersebut pada saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Lontar.

Untuk permasalahan ini sebaiknya perlu diberikan pengarahan, pembelajaran ataupun bila perlu pelatihan/penataran kepada pihak-pihak terkait. Mungkin banyak yang menutup mata dengan kejadian ini, tapi saya tidak. Entah itu alasannya berbau Politik ataukah SARA (Suku-Ras-Agama) ataupun Kolusi-Nepotisme, saya tidak perduli.
Dan untuk masyarakat Pulau Laut Barat, Sebaiknya kita harus membudayakan prinsip "Malu Miskin"
Miskin itu bukanlah suatu kebanggaan, meskipun dengan status miskin itu membuat kita akan menerima santunan, bahkan belaskasihan oranglain.
Miskin itu bukanlah suatu kebanggaan, meskipun dengan status miskin kita akan menerima pengobatan/perawatan gratis di Puskesmas.
Tanah kita tanah yang kaya, hasil laut kita melimpah-ruah. Mari kita buang sikap malas. Rajin dan giatlah bekerja, dan budayakan Malu Miskin.

No comments:

Post a Comment