Thursday, June 7, 2012

Lokakarya Mini

Hari ini 7 juni 2012 kita mengadakan LokMin (Lokakarya Mini). Seharusnya LokMin ini sudah dilaksanakan pada bulan yang lalu. Tapi karena kesibukan Kepala Puskesmas yang mana harus mengikuti pelatihan Penggunaan Obat Rasional dan Sharing BOK dan lain-lain, maka jadwal pelaksanaan LokMin diundur menjadi hari ini.

LokMin kali ini cukup memuaskan bagi saya, terutama laporan-laporan alokasi untuk kegiatan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) meskipun untuk dokter umum tidak mendapat bagian dari kegiatan Program BOK tersebut. Yah....setidaknya saya dan rekan sejawat saya yang lain, tidak diberatkan lagi dengan segala kegiatan-kegiatan yang nota bene tidak penting menurut saya.

Begitu juga dengan laporan untuk alokasi DOP (Dana Operasional Puskesmas) cukup memuaskan bagi saya. Terutama untuk perihal dana untuk jaga malam. Ternyata sejak bertugas tertanggal 1 April 2011 sebagai dokter PTT di Puskesmas Perawatan Lontar, ternyata baru hari ini saya diberitahu bahwa untuk jaga malam pasien rawat inap, dokter dan perawat masih dihargai dengan uang tunai sebesar Rp.25.000,- /hari dengan catatan uang sejumlah tersebut sudah termasuk jasa untuk dokter + perawat dan hanya untuk pasien Rawat Inap (Tidak termasuk pasien UGD Rawat Jalan).
Lumayanlah....untuk kita yang tinggal di desa, cukup untuk membeli 1 liter beras. Saya pikir selama ini kita tidak pernah dihargai dalam merawat inap pasien di Puskesmas ini. Ternyata sejak DOP tahun 2012, jerih payah kita akhirnya dihargai. Terimakasih Tuhan, akhirnya doa-doa kita pun terkabulkan.

Tapi ada 1 hal yang masih mengganjal di hati saya, yaitu mengenai Program Posyandu Lansia. Saya sangat setuju dengan pernyataan Pak Budi, "Mengapa Posyandu Lansia ini terkesan di anak tirikan"
Hal ini di sebabkan Puskesmas diperintahkan untuk menjalankan Program Posyandu Lansia, tapi dana untuk pelaksanaannya tidak ada.
Kalau saya jelas dan tegas menyarankan, kalau tidak ada dana dari Dinas Kesehatan Kotabaru, kenapa kita harus menjalankan program lansia tersebut. Akan tetapi ada pihak-pihak yang bersikukuh tetap menjalankan Program Posyandu Lansia ini dengan menggunakan dana pribadi. Dan yang paling aneh menurut saya adalah malah menyarankan mengambil dana dari program lain atau apalah itu saya tidak mengerti.
Tapi saya mau tegaskan, intinya Posyandu Lansia itu adalah program dan sudah seharusnya ada dananya. Kalau memang tidak ada dana untuk pelaksanaannya, bagaimana kita mau melaksanakan Program Posyandu Lansia. Apa kita harus mengocek dana sendiri? Sampai kapan kita harus menutupi? Sampai kapan kita harus dibodohi?
Memang sudah seharusnya kita loyal terhadap pimpinan, tadi gak konyol kayak gini dong...!!!
ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ

Jadi menurut saya sudah saatnya kita menghentikan Program Posyandu Lansia jika tidak ada dananya. Hal ini selain bertujuan untuk mencari tahu, apakah memang untuk Program Posyandu Lansia benar-benar tidak ada dananya? Atau ada dananya tapi diselewengkan oleh orang-orang yang tidak berhak? Nah jika ternyata tidak ada dananya yah.....apa boleh buat? Tapi kalau ternyata ada dananya, maka kebenaran akan terungkap.
Justru saya semakin curiga dengan pihak-pihak yang ngotot untuk dilaksanakannya Program Posyandu Lansia tersebut dengan cara menggunakan dana pribadi ataupun menalangi dana sedikit-sedikit dari Program lain untuk menutupi kebutuhan dana di Program Posyandu Lansia. Ada apa sebenarnya? Apakah ada Udang dibalik bakwan???
ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ

Dana pribadi? Berelaan? Please deh ahh....!!! Please don't be stupid. Gak ada orang yang bekerja tapi malah rugi. Jika dikatakan pelayanan sih pelayanan, tapi masa masih harus keluar kocek sendiri? Masalahnya kita 21 desa. Yang ada malah buntung omm......
ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ【ツ】ƗƗɐƗƗɐ

No comments:

Post a Comment